Home / Gereja dan Ibadah / Analog Church

Analog Church

Category:

Literatur Perkantas Jatim

Analog Church (Gereja Analog)

Jumlah halaman : 216 halaman

Rp78.000

Cari di Toko Online Favoritmu!

PENULIS

Jay Y. Kim

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

Description

APA ARTINYA MENJADI SEBUAH GEREJA ANALOG DALAM ERA DIGITAL?

 

Dalam beberapa dekade terakhir, dunia digital telah mengambil alih masyarakat kita hampir di setiap tataran, dan gereja juga mengikuti arus ini – sering kali dalam cara yang tidak kita pahami sepenuhnya. Namun, seiring dengan budaya yang secara umum mulai menerapkan batasan dunia digital, sudah waktunya bagi gereja untuk bertindak tegas. Apakah gereja daring, penggunaan video, dan pencahayaan yang lebih semarak adalah masa depan gereja yang sebenarnya? Bagaimana dengan dampak era digital pada kemuridan, komunitas, dan Alkitab?

 

Sebagai seorang pendeta di Silicon Valley, Jay Kim telah mengalami gereja digital dengan segala kemegahannya. Dalam Analog Church, ia bergumul dengan dampak-dampak gereja digital; mulai dari ibadah kita dan pengalaman komunitas Kristen, hingga cara kita memaknai Kitab Suci dan sakramen. Mungkinkah dalam upaya kita untuk menjadi relevan dengan era digital saat ini, kita telah mulai mengesampingkan hal-hal penting yang sangat dibutuhkan oleh zaman ini: transendensi? Mungkinkah cara terbaik untuk menjangkau generasi baru sebenarnya ditemukan dalam jalan yang tak lekang oleh waktu? Mungkinkah dalam inti kehidupannya, gereja selalu bersifat analog?

 

“Alih-alih terus beradaptasi dan menyetujui, [Jay Kim] memanggil kita untuk keluar dari persembunyian di balik dinding-dinding digital kita, untuk menjembatani perpecahan digital, dan untuk menjadi manusia dengan sesama kita dalam waktu yang nyata, ruang yang nyata, dan cara yang nyata. Dia mengundang kita untuk bergerak melampaui relevan menuju transenden.” —Ruth Haley Barton, penulis dari Sacred Rhythms

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Analog Church”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2024 Gogoho Indoensia | Powered by Gogoho Indoensia