Menyajikan Tulisan yang Hidup dan Menjadi Berkat

Literatur Perkantas Jatim Berita Menyajikan Tulisan yang Hidup dan Menjadi Berkat
0 Comments

Menyajikan Tulisan yang Hidup dan Menjadi Berkat: Rangkaian Kegiatan Literasi bersama Dr. Miriam Adeney

“Munculnya lebih banyak penulis lokal Kristen di Indonesia.” Itulah spirit yang hendak dibawa oleh Literatur Perkantas Jatim ketika mengadakan rangkaian pelatihan menulis bersama Prof. Miriam Adeney. Ph.D. (Professor Emerita of World Christian Studies dari Seattle Pasific University).

Kegiatan diawali dengan perhelatan LittAsia, sebuah konferensi bagi penerbit dan penulis Kristen secara khusus untuk Asia Pasific, oleh Media Associates International (MAI). Kak Ria Agustina dan Yemima Pradipta (keduanya adalah Staf Surabaya) diutus ke acara tersebut sebagai perwakilan dari Literatur Perkantas Jatim. Acara ini diadakan pada 7-11 April di Asia Hotel, Bangkok, dan menjadi kesempatan bagi Kak Ria dan Yemima untuk belajar banyak mengenai update penerbitan di dunia serta berjejaring dan menguatkan kembali visi untuk memunculkan lebih banyak penulis lokal Kristen di Indonesia.

Lalu dilanjutkan dengan kegiatan retret penulis bersama beberapa staf PHN dan dari Perkantas regio Jatim serta Jakarta. Acara yang berlangsung dari 17-19 April di Rumah Kebun Lulu, Batu ini dilaksanakan sebagai wadah pelatihan intensif bagi para peserta agar tulisan mereka makin dipertajam, makin hidup dan dapat membawa berkat. Ibu Miriam Adeney, demikian beliau di panggil, sebagai pembicara dan pelatih memberikan banyak pemikiran baru serta saran-saran pelatihan yang menyegarkan bagi peserta. Sebagai seorang antropolog dan misiolog, beliau banyak membagikan pengalamannya dalam menulis sebuah buku dan mengumpulkan kisah-kisah pertobatan dan perjuangan pengikut Kristus yang ia temui selama bermisi.

Retret ini rupanya direspons baik oleh para peserta. “Staf Perkantas memang perlu diberikan waktu khusus seperti retret ini untuk menolong mereka bisa fokus dalam menulis,” ujar beberapa peserta di sana. Harapannya, akan muncul buku-buku bertajuk pemuridan dan penginjilan yang diinisiasi oleh para penulis tersebut, sehingga Perkantas bisa menghasilkan warisan berupa buku-buku yang bisa digunakan oleh generasi selanjutnya, maupun oleh gereja.

Pelatihan oleh Ibu Miriam Adeney berlanjut pada 22-23 April, tepatnya di Bandung, kami bekerjasama dengan Bandung Seminary Teology( STTB). Lokakarya dengan tema “Making Disciples Across Culture” ini merupakan kegiatan untuk menolong para gereja, pegiat pemuridan dan misionaris agar mereka bisa membuat modul-modul pemuridan yang disusun secara sistematis dan sesuai konteks kultural ladang pelayanan mereka masing-masing. Total ada 95 peserta yang mengikuti acara ini, mereka datang dari berbagai kota dan berbagai gereja serta lembaga.

Kami bersyukur karena Allah menolong sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik. Kiranya, Allah juga menolong sehingga apapun yang telah ditabur di hati para penulis, boleh dikerjakan dan berbuah bagi pekerjaan Kerajaan Allah di Indonesia.**Yemima

Categories:
jperkantas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berkaca dari Yusuf
Natal hadir setiap tahun dalam hidup kita. Ada banyak hal yang bisa lewat di kepala
Aku Tidak Istimewa
Apakah kamu merasa hidupmu tidak istimewa? Apakah kamu merasa hidupmu biasa-biasa saja? Apakah kamu merasa
Dengan Cinta yang Terus Bersatu dan Penyertaan Tuhan
Dalam bayang-bayang terdengar suara samar-samar. Ia menggumam. Dalam layar pikirku ia terus hadir. Lelaki berjenggot
Jika Aku Menjadi Seekor Domba
Sepertinya, tidak ada tema natal yang lebih absurd daripada memikirkan jika aku menjadi seekor domba.
Avi
“Hati membutuhkan waktu lebih banyak untuk menerima apa yang sudah diketahui pikiran.” Iya, iya, aku
Satu Hari Lagi, Akan Kulalui di Dalam Penyertaan Tuhan
“Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya.” (Luk. 2:19)   Apa rasanya
Konjungsi Agung yang Sesungguhnya
Penelitian bertahun-tahun akhirnya membawa mereka pada titik ini. Perjalanan ke Yudea, hanya bertiga saja, mengejar
Bertemu Para Majus
Tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Bila dijadikan sebuah buku, setiap bulannya menggambarkan satu bagian
Berjumpa dengan Yesus
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar
Burdened with Glorious Purpose
Bagaimana rasanya mengemban sebuah “beban panggilan yang mulia”? Mungkin kita bisa melihat teladan dari Yusuf