Seminar Kebangsaan: Menjawab Panggilan Menjadi Agen Kemajuan

Literatur Perkantas Jatim Berita Seminar Kebangsaan: Menjawab Panggilan Menjadi Agen Kemajuan
0 Comments

Pada Selasa, 23 September 2025, Literatur Perkantas Jawa Timur bersama dengan Transform-world Connect Indonesia (TCI) mengadakan Seminar Kebangsaan bertajuk “Teologi, Kebangsaan, dan Literasi: Merespons Panggilan Menjadi Agen Kemajuan”. Acara yang digelar secara virtual melalui Zoom ini dihadiri oleh kurang lebih 135 peserta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Seminar kebangsaan ini diadakan dengan membawa kegelisahan akan problema multidimensi yang dialami oleh bangsa, sekaligus harapan akan pentingnya peran gereja dan komunitas kristiani di dalam menjadi agen kemajuan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Penekanan diberikan secara mendalam pada Yeremia 29:7, di mana kesejahteraan kota dan bangsa adalah bagian dari tanggung jawab iman yang harus dihidupi oleh setiap orang percaya.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Iman Santoso (Ketua TCI) dan Sutrisna Harjanto, Ph.D. (Ketua STT Bandung), yang membagikan refleksi mendalam tentang bagaimana literasi sejarah dan teologi dapat memberi arah bagi pembangunan bangsa.

 

Pentingnya Literasi bagi Orang Percaya

Dalam paparannya, Bapak Iman menekankan pentingnya literasi sejarah bangsa, yakni upaya untuk melihat kembali pada peristiwa-peristiwa masa lampau di dalam masyarakat, sebagai fondasi bagi terciptanya aksi untuk membawa shalom di tengah masyarakat. “Orang percaya harus menjadi pembaca yang tajam dan penulis ulang yang berani,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Sutrisna menyoroti pentingnya literasi teologis sebagai sarana untuk memperkuat kesadaran kebangsaan. Literasi teologis penting untuk digerakkan di dalam gereja dan komunitas kristiani demi menghindarkan diri dari kedangkalan di dalam melihat akar masalah, serta jatuh pada aktivisme belaka. Ia juga menjelaskan bahwa literasi teologis dapat memberikan fondasi bagi kehadiran yang setia (faithful presence) di tengah kemelut bangsa tanpa harus jatuh pada narasi optimis maupun pesimis.

Acara ini dimoderatori oleh Calvin Nathan Wijaya, seorang pegiat sosial dan penggerak komunitas TITIK TEMU yang merupakan wadah bagi mahasiswa Kristen untuk mendialogkan iman kristiani dengan keilmuan yang mereka pelajari.

 

Buku untuk Mendukung Gerakan Misi

Seminar kebangsaan yang berlangsung selama tiga jam ini tidak hanya membahas pentingnya literasi sejarah dan teologis saja, melainkan juga memperkenalkan peserta acara pada satu literatur yang baru saja diterbikan oleh Literatur Perkantas Jatim yang berjudul “Agen Kemajuan” oleh Amy L. Sherman. Peserta diajak untuk menggumuli enam aspek kemajuan yang ditawarkan Amy untuk dapat dikerjakan oleh gereja dan komunitas kristiani: kebaikan, kebenaran, keindahan, keadilan dan keteraturan, kesejahteraan, dan keberlanjutan.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan diskusi mengenai enam aspek tersebut. Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi gereja dan komunitas kristiani untuk terus mengusahakan kesejahteraan kota, yakni sebuah panggilan agar setiap pribadi berkontribusi nyata dalam mewujudkan keadilan, perdamaian, dan kemakmuran bersama.

Pekerjaan misi dapat dimulai dengan membaca buku. Maka dari itu, tim Literatur Perkantas Jatim berinisiatif menjadi wadah komunitas gerakan literasi bagi komunitas orang percaya. Di dalamnya, kita akan diberikan rekomendasi buku-buku yang bisa dibaca bersama komunitas sebelum membuat menyatakan shalom lewat misi.


Teks: Calvin Nathan Wijaya

Penyunting: Mima GP

Categories:
jperkantas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berkaca dari Yusuf
Natal hadir setiap tahun dalam hidup kita. Ada banyak hal yang bisa lewat di kepala
Aku Tidak Istimewa
Apakah kamu merasa hidupmu tidak istimewa? Apakah kamu merasa hidupmu biasa-biasa saja? Apakah kamu merasa
Dengan Cinta yang Terus Bersatu dan Penyertaan Tuhan
Dalam bayang-bayang terdengar suara samar-samar. Ia menggumam. Dalam layar pikirku ia terus hadir. Lelaki berjenggot
Jika Aku Menjadi Seekor Domba
Sepertinya, tidak ada tema natal yang lebih absurd daripada memikirkan jika aku menjadi seekor domba.
Avi
“Hati membutuhkan waktu lebih banyak untuk menerima apa yang sudah diketahui pikiran.” Iya, iya, aku
Satu Hari Lagi, Akan Kulalui di Dalam Penyertaan Tuhan
“Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya.” (Luk. 2:19)   Apa rasanya
Konjungsi Agung yang Sesungguhnya
Penelitian bertahun-tahun akhirnya membawa mereka pada titik ini. Perjalanan ke Yudea, hanya bertiga saja, mengejar
Bertemu Para Majus
Tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Bila dijadikan sebuah buku, setiap bulannya menggambarkan satu bagian
Berjumpa dengan Yesus
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar
Burdened with Glorious Purpose
Bagaimana rasanya mengemban sebuah “beban panggilan yang mulia”? Mungkin kita bisa melihat teladan dari Yusuf