Roadshow LPJ edisi Kediri: Membaca untuk Mendukung Pemuridan

Literatur Perkantas Jatim Berita Roadshow LPJ edisi Kediri: Membaca untuk Mendukung Pemuridan
0 Comments

“Membaca bisa menolong kita dalam pemuridan.” Kalimat sederhana itu membuka suasana hangat di Perkantas Kediri pada Sabtu, 13 September 2025. Hari itu, Literatur Perkantas Jatim (LPJ) mengadakan Roadshow Pelatihan Literasi yang diikuti oleh 11 peserta dari komponen pelayanan mahasiswa dan siswa.

Pelatihan ini dibawakan oleh Kak Yemima dari Literatur Perkantas Jatim. Sejak awal, ia mengingatkan bahwa membaca buku bukan sekadar menambah pengetahuan, tapi juga bisa menjadi alat untuk menolong pemuridan. Lewat membaca, kita bisa belajar memahami cara berpikir orang lain, memperdalam pengenalan akan Allah, dan menemukan inspirasi baru untuk membimbing teman-teman dalam perjalanan imannya.

Pelatihan ini dilaksanakan  setelah momen demo besar-besaran menuntut reformasi DPR (dan tuntutan 17+8) pada bulan Agustus. Maka dari itu, Kak Yemima menggunakan kesempatan ini untuk menekankan kepada para peserta, “Reformasi dan perjuangan selalu diawali dengan kesadaran. Jika kita sendiri tidak membaca, kita tidak akan disadarkan akan apa yang salah dalam diri kita, komunitas kita, kota kita bahkan bangsa kita.” Sama seperti Yosia yang menemukan kembali kitab Taurat yang telah hilang, ia disadarkan akan betapa jauh kemerosotan moral dan spiritual bangsanya.

Setelah sesi pemaparan, teman-teman peserta diajak menulis refleksi singkat berdasarkan potongan paragraph dari buku rohani yang Kak Yemima siapkan. Beberapa hasil refleksi yang muncul ternyata sangat menyentuh. Harapannya, mereka dapat terlatih untuk menyampaikan sebuah ide dari buku pemuridan secara kreatif kepada adik-adik rohani. Tulisan-tulisan mereka kemudian juga diunggah di akun literasi Rima Rilis, supaya mendorong orang Kristen lain untuk membaca dan membagikan berkat melalui tulisan.

Uniknya, semua peserta adalah perempuan. LPJ juga menggunakan kesempatan ini untuk mengenalkan pentingnya literatur-literatur Kristen untuk mendukung pemuridan dan pertumbuhan iman diantara anak-anak muda Kristen. Bahkan para peserta mengamini bahwa saat ini, kehadiran literatur Kristen mulai tergerus dengan buku-buku umum dan sekuler lain.

Pelatihan literasi kali ini menjadi penutup rangkaian roadshow LPJ yang diadakan tahun ini. Roadshow ini diawali di kota Malang, lalu ke Bali, Jember, Jakarta, dan akhirnya di Kediri. LPJ berharap dapat menjangkau lebih banyak kota lagi untuk mengkampanyekan tentang pentingnya membaca untuk mendukung penginjilan dan pemuridan, serta menyebarkan semangat itu ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus.

Kiranya kegiatan literasi ini dapat diteruskan. Kami rindu berjumpa dengan anak-anak muda yang serius memikirkan tentang pengembangan literasi di antara orang-orang Kristen di Indonesia.


Teks: Mima GP

Categories:
jperkantas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berkaca dari Yusuf
Natal hadir setiap tahun dalam hidup kita. Ada banyak hal yang bisa lewat di kepala
Aku Tidak Istimewa
Apakah kamu merasa hidupmu tidak istimewa? Apakah kamu merasa hidupmu biasa-biasa saja? Apakah kamu merasa
Dengan Cinta yang Terus Bersatu dan Penyertaan Tuhan
Dalam bayang-bayang terdengar suara samar-samar. Ia menggumam. Dalam layar pikirku ia terus hadir. Lelaki berjenggot
Jika Aku Menjadi Seekor Domba
Sepertinya, tidak ada tema natal yang lebih absurd daripada memikirkan jika aku menjadi seekor domba.
Avi
“Hati membutuhkan waktu lebih banyak untuk menerima apa yang sudah diketahui pikiran.” Iya, iya, aku
Satu Hari Lagi, Akan Kulalui di Dalam Penyertaan Tuhan
“Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya.” (Luk. 2:19)   Apa rasanya
Konjungsi Agung yang Sesungguhnya
Penelitian bertahun-tahun akhirnya membawa mereka pada titik ini. Perjalanan ke Yudea, hanya bertiga saja, mengejar
Bertemu Para Majus
Tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Bila dijadikan sebuah buku, setiap bulannya menggambarkan satu bagian
Berjumpa dengan Yesus
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar
Burdened with Glorious Purpose
Bagaimana rasanya mengemban sebuah “beban panggilan yang mulia”? Mungkin kita bisa melihat teladan dari Yusuf