Pada Jumat, 10 April 2026, sebuah momen istimewa terjadi di dunia literatur Kristen Indonesia. Buku berjudul Kisah Besar Allah Bagi Dunia: Panduan Memberitakan Injil Bagi Kaum Muda resmi diluncurkan melalui acara daring yang diadakan via Zoom. Acara ini berlangsung dari pukul 18.30 hingga 20.30 WIB dan dihadiri oleh sejumlah peserta yang antusias, terutama dari kalangan anak muda Kristen.
Peluncuran buku ini menghadirkan para penulis yang terlibat langsung dalam proses penyusunan buku, yakni Kak Bonan Imanuel, Kak Lita Magda, dan Kak Eri Iwantoko, yang semuanya merupakan staf dari Perkantas. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Pak Bedjo Lie, seorang dosen di Sekolah Tinggi Teologi (STT) SAAT dan salah satu pendiri Apologetika Indonesia (API), yang bertindak sebagai penanggap dalam sesi diskusi.
Acara dimulai dengan sesi sharing dari dua mahasiswa yang membagikan pengalaman mereka dalam melakukan penginjilan. Kisah mereka memberikan inspirasi nyata kepada para peserta tentang bagaimana Injil dapat disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, Kak Krisna Yogi Pramono, yang juga merupakan salah satu penulis sekaligus editor buku ini, berbagi cerita tentang proses kreatif di balik pembuatan buku tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ide buku ini berawal dari retret penulis pada tahun 2024 yang diadakan oleh Literatur Perkantas Jawa Timur. Retret tersebut melibatkan Miriam Adeney, seorang penulis Kristen asal Amerika yang juga anggota dari Media Associates International, sebagai tutor untuk memberikan panduan kepada para staf Perkantas dalam menuangkan nilai-nilai pelayanan yang telah dirintis selama hampir lima dekade ke dalam sebuah karya tulis.
Keunikan buku Kisah Besar Allah Bagi Dunia terletak pada pendekatannya yang menekankan metode “bercerita”. Menurut Kak Krisna, bercerita adalah cara yang efektif untuk menyampaikan pesan Injil karena semua orang menyukai cerita dan mampu terhubung secara emosional melalui kisah-kisah yang relevan.
Pak Bedjo Lie turut memberikan apresiasi terhadap buku ini dalam sesi tanggapannya. Ia menilai bahwa buku ini tidak hanya mengajarkan pentingnya perbuatan kasih sebagai refleksi dari Pribadi Kristus, tetapi juga menggarisbawahi urgensi pemberitaan Injil secara verbal. Menurutnya, buku ini mampu memberikan perspektif baru bagi anak muda Kristen tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam misi pemulihan dunia melalui kisah besar Allah.
Dalam sesi diskusi antara penulis dan penanggap, salah satu isu menarik yang dibahas adalah tantangan yang sering dihadapi oleh mahasiswa atau anak muda Kristen dalam memberitakan Injil. Ketakutan dan keraguan sering kali menjadi penghalang utama. Namun, para pembicara mengingatkan bahwa pemberitaan Injil sesungguhnya adalah sebuah undangan untuk mengenal Allah, memahami kerusakan akibat dosa, dan mengambil bagian dalam misi pemulihan dunia. Dengan memahami cerita besar Allah, kaum muda dapat memiliki cara pandang yang lebih luas dan mendalam tentang kehidupan.
Buku ini juga menekankan pentingnya pendekatan personal dalam penginjilan, terutama dalam konteks pertemanan. Para penulis menyarankan agar pembaca menggunakan kebijaksanaan dan hikmat untuk memahami situasi orang-orang yang ingin mereka ajak berbicara tentang Injil. Dengan demikian, pesan kebenaran dapat disampaikan dengan cara yang lebih relevan dan berdampak.
Tak lupa, para pembicara menggarisbawahi pentingnya doa dalam proses penginjilan. Mereka mengingatkan bahwa doa tidak hanya berfungsi untuk memohon agar Allah membukakan hati orang-orang yang akan mendengar Injil, tetapi juga membantu kita memiliki kepekaan untuk memahami kondisi mereka secara lebih mendalam.
Acara peluncuran ditutup dengan dorongan semangat dari para penulis dan Pak Bedjo Lie kepada seluruh peserta untuk terus berani menjadi saksi Kristus di mana pun mereka berada—baik di sekolah, kampus, tempat kerja, maupun komunitas lainnya. Mereka mengingatkan bahwa “ujung bumi” bagi setiap orang adalah tempat di mana Tuhan menempatkan kita saat ini. Pelayanan yang paling bermakna adalah ketika kita bisa berbagian dalam membawa seseorang kepada pertobatan.
Peluncuran buku Kisah Besar Allah Bagi Dunia bukan hanya sekadar perayaan atas lahirnya sebuah karya literatur baru, tetapi juga menjadi momen refleksi dan motivasi bagi kaum muda Kristen untuk menjalankan panggilan mereka sebagai pembawa kabar baik. Semoga buku ini menjadi alat yang efektif untuk memperluas pemahaman tentang misi Allah bagi dunia dan mendorong lebih banyak orang untuk aktif memberitakan Injil.
Penulis: Chiki K.
Penyunting: Yemima GP
