Roadshow Bali: Membaca Dunia, Menyuarakan Kabar Baik

Literatur Perkantas Jatim Berita Roadshow Bali: Membaca Dunia, Menyuarakan Kabar Baik
0 Comments

Bali kembali menjadi tuan rumah kegiatan edukasi literasi yang inspiratif melalui Roadshow Literasi bertema “Membaca Dunia, Menyuarakan Kabar Baik.” Acara yang berlangsung pada 17-19 April 2026 ini diselenggarakan di berbagai lokasi di Bali, dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran akan pentingnya membaca dan memahami sejarah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Kampanye literasi ini diawali dengan kegiatan di pantai Jimbaran pada 17 April. Kak Yemima, seorang pegiat literasi dari Literatur Perkantas Jawa Timur, membuka acara dengan membacakan puisi berjudul “Kebaktian Minggu Sore, 2004” karya Yona Primadesi dari buku Saksi-Saksi. Puisi yang berlatar konflik Poso tahun 2004 ini menjadi pengingat bahwa membaca tidak hanya soal menikmati cerita, tetapi juga memahami sejarah dan belajar dari masa lalu. “Buku adalah jendela untuk mengenal sejarah bangsa kita,” ujar Kak Yemima.

Keesokan harinya, pada 18 April, pelatihan literasi digelar bersama ketua-ketua PMK di Perkantas Bali. Kali ini, Kak Yemima membacakan puisi “Diorama Kehilangan”, yang merefleksikan tragedi kelam di tahun 1998. Melalui puisi tersebut, peserta diajak untuk memahami pentingnya membaca sebagai cara untuk mengenali realitas dunia dalam terang kebenaran. “Membaca adalah langkah awal untuk menyuarakan kabar baik. Kita tidak bisa berbicara tentang kebenaran jika kita tidak tahu apa yang salah dari dunia ini,” jelasnya.

Pada sore harinya, seminar literasi bersama komunitas remaja NextGen GPT Baithani digelar. Dalam sesi ini, Kak Yemima mendorong para remaja untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari, terutama membaca Alkitab secara menyeluruh. Ia mengibaratkan membaca Alkitab seperti menonton film; memahami keseluruhan cerita hanya bisa dilakukan jika kita menyelesaikan sampai akhir. Sebagai praktik langsung, peserta diminta membaca satu bab buku dan menceritakan ulang isi bacaannya.

Puncak acara berlangsung pada Minggu, 19 April, dengan seminar literasi di GKPB Kristus Kasih. Materi yang disampaikan serupa dengan seminar sebelumnya, namun kali ini peserta diajak melakukan sesi silent reading selama 10 menit dari buku Menjadi Sahabat Injil. Hasilnya mengejutkan banyak peserta; dalam waktu singkat mereka berhasil membaca hingga 16 halaman. “Jika kalian tidak pernah mencoba membaca selama 15 menit setiap hari, kalian tidak akan tahu kemampuan kalian sebenarnya,” ujar Kak Yemima memotivasi.

Roadshow Literasi Bali ini menjadi bukti bahwa membaca bukan sekadar aktivitas individual, melainkan sebuah gerakan untuk memahami dunia dan menyuarakan kabar baik. Dengan semangat literasi yang terus digelorakan, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.


Penulis: Chiki K.
Penyunting: Yemima GP

Categories:
jperkantas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bedah Buku “Kisah Besar Allah Bagi Dunia” bersama Mahasiswa Kristen Surabaya
Kamis, 23 April 2026, Surabaya – Perpustakaan Perkantas Jawa Timur menjadi saksi diskusi mendalam dan
Memahami Peran Kaum Muda dalam Kisah Besar Allah Bagi Dunia
Pada Jumat, 10 April 2026, sebuah momen istimewa terjadi di dunia literatur Kristen Indonesia. Buku
Literacy Experiment Class: Membangun Generasi Gemar Membaca
Surabaya, 2 April 2026 – Dalam rangka memperingati International Children Book Day, Literatur Perkantas Jatim
Roadshow Literasi Kediri: Belajar Teknik Copywriting Bersama Mahasiswa
Kediri, 7 Maret 2026 – Rumah Pemuridan Perkantas Kediri menjadi saksi dari semangat belajar 13